Perencanaan

Merencanakan Pembuatan Aplikasi: 7 Hal yang Menentukan Cakupan Proyek

Sebelum membuat aplikasi, pahami 7 hal yang menentukan cakupan proyek: peran pengguna, platform, integrasi, laporan, perangkat, keamanan, dan perawatan.

Tim Altora Indonesia · · 2 menit baca

Dua aplikasi yang terlihat mirip di permukaan bisa punya cakupan kerja yang sangat berbeda karena kerumitan di baliknya. Karena itu, langkah pertama yang paling berguna adalah memetakan kebutuhan dengan jelas.

Artikel ini membahas tujuh hal yang paling menentukan cakupan proyek aplikasi, supaya diskusi dengan vendor lebih terarah dan penawaran bisa dibandingkan secara adil.

1. Jumlah peran pengguna dan alur kerjanya

Aplikasi dengan satu jenis pengguna jauh lebih sederhana daripada aplikasi dengan banyak peran—misalnya staf, supervisor, admin, dan manajer—yang masing-masing punya hak akses dan tampilan berbeda.

Setiap alur approval bertingkat, pengecualian, dan aturan khusus menambah waktu pengembangan dan pengujian.

2. Web, mobile, atau keduanya

Aplikasi web bisa dibuka dari browser di komputer maupun HP. Aplikasi mobile (Android/iOS) dibutuhkan jika ada fitur seperti absensi GPS, kamera, notifikasi, atau penggunaan saat sinyal tidak stabil.

Membuat keduanya berarti cakupan kerja yang lebih besar. Tanyakan pada diri sendiri: fitur mana yang benar-benar harus ada di HP?

3. Integrasi dengan sistem lain

Menghubungkan aplikasi dengan sistem yang sudah ada—aplikasi akuntansi, payment gateway seperti QRIS, mesin absensi, CCTV, atau sensor IoT—sering menjadi bagian yang paling memakan waktu. Setiap integrasi perlu dipelajari, diuji, dan dijaga agar tetap berjalan ketika sistem pihak lain berubah.

4. Kebutuhan laporan dan dashboard

Laporan sederhana berbeda jauh dengan dashboard analitik yang menggabungkan data dari banyak sumber, bisa difilter per cabang, dan diekspor dalam berbagai format. Tentukan laporan yang benar-benar dipakai untuk mengambil keputusan, bukan semua laporan yang "mungkin berguna".

5. Perangkat keras yang terlibat

Jika aplikasi terhubung dengan kamera, sensor, smartlock, printer struk, atau kios, pekerjaannya tidak hanya pengembangan software. Ada pengadaan perangkat, pemasangan, konfigurasi jaringan, dan uji coba di lokasi.

6. Keamanan dan perlindungan data

Aplikasi yang menyimpan data pribadi—data karyawan, foto wajah, data pelanggan—memerlukan perhatian lebih pada keamanan: enkripsi, kontrol akses, log aktivitas, dan kebijakan penyimpanan. Di Indonesia, hal ini juga berkaitan dengan kewajiban dalam UU Pelindungan Data Pribadi (UU No. 27 Tahun 2022).

7. Setelah aplikasi berjalan

Pekerjaan tidak berhenti di peluncuran. Rencanakan juga:

  • server atau cloud hosting,
  • domain dan sertifikat keamanan,
  • layanan pihak ketiga (misalnya peta atau pengiriman notifikasi),
  • pemeliharaan dan pembaruan saat ada perubahan kebutuhan.

Cara membuat proyek lebih terarah

  1. Mulai dari satu alur yang paling menyakitkan. Selesaikan itu dulu, pakai, lalu kembangkan.
  2. Pertimbangkan produk siap pakai. Untuk kebutuhan umum seperti HRIS, absensi, POS, atau fleet management, produk yang sudah teruji bisa lebih cepat daripada membangun dari nol—lalu disesuaikan di bagian yang benar-benar unik.
  3. Tulis kondisi saat ini, bukan daftar fitur. Ceritakan proses yang berjalan dan masalahnya. Vendor yang baik akan membantu menentukan fitur minimum yang dibutuhkan.
  4. Bandingkan penawaran dengan cakupan yang sama. Pastikan integrasi, pelatihan, dan dukungan setelah peluncuran sudah termasuk.

Kesimpulan

Cakupan aplikasi ditentukan oleh kerumitan alur kerja, platform, integrasi, perangkat keras, keamanan, dan perawatan setelah berjalan—bukan oleh jumlah halaman. Semakin jelas Anda menggambarkan kondisi saat ini, semakin tepat rencana yang bisa disusun.

Ingin mendiskusikan kebutuhan organisasi Anda? Chat tim Altora, atau lihat dulu layanan software custom.

Punya kondisi serupa di organisasi Anda?

Ceritakan prosesnya. Kami bantu memetakan pendekatan yang paling proporsional.

Diskusi via WhatsApp →